metode pengambilan sampel

metode pengambilan sampel


Adapun cara pengambilan sampel akan dijelaskan dibawah ini:
 
1) Teknik random sampling
metode pengambilan sampel
metode pengambilan sampel
eknik random sampling yaitu pengambilan sampel secara random yang berarti semua populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel, teknik in biasanya menggunakan cara acak sederhana (undian), sebelum pengambilan sampel ini biasanya jumlah sampel telah diketahui terlebih dahulu (untuk teknik pengambilan jumlah sampel akan dibahas juga disini), kemudian akan diteruskan dengan langkah-langkah sebagai berikut (perumpamaan jumlah populasi sebanyak 1.000 orang dan populasi yang akan diambil sebanyak 100 orang):

a) Menyusun nama/daftar seluruh anggota populasi sebanyak 1000 0rang

b) Menuliskan nama/daftar tersebut satu-persatu pada secarik kertas dan kemudian digulung

c) Masukkan gulungan kertas tersebut kedalam sebuah kaleng atau tempat lain yang bisa digunakan untuk pengumpulannya.

d) Aduklah secukupnya agar semuanya menjadi benar-benar acak.

e). Kemudian ambilah kertas tersebut satu-persatu sampai jumlahnya mencapai 100.

f). Nah, jumlah nama/daftar yang diambil dengan jumlah 100 inilah yang disebut sampel dengan teknik random sampling


2) Teknik bilangan random
Teknik ini menggunakan bilangan random yang sudah disusun dalam bentuk table,biasanya table bilangan random ini terdapat pada buku statistic atau metodologi penelitian, adapaun cara-caranya akan dijelaskan dibawah ini (misalkan jumlah populasi dan sampelnya sama seperti contoh yang diatas):

a). Siapkan table bilangan random

b). Susunlah nomor anggota populasi dari angka 0001-1000

c). Kemudian tetapkan suatu nomor bilangan pada table random, baik secara baris atau kolom, sehingga ditemukan sekelompok angka dan nomor yang terpilih inilah yang nantinya akan menjadi sampel

3) Teknik nonprobability sampling
Teknik ini cocok untuk populasi yang bersifat infinit, artinya besaran anggota populasi belum atau tidak dapat ditentukan terlebih dahulu. Teknik ini menggunakan tiga model yakni accidental, quota, dan purposive sampling. 
 
Dibawah ini akan dijelaskan model pengambilan sampel dengan menggunakan ketiga model diatas

(contoh penelitian: analisi pendapat konsumen terhadap pelayanan toko swalayan “X”) Populasi dalam peneltian ini tidak bisa diketahui jumlahnya karena tidak ada data pendukung yang bisa memberikan jawaban berapa jumlah seluruh konsumen toko swalayan “X” tersebut, maka akan diambil sampel dengan teknik:

a). Accidental sampling Teknik ini sering disebut juga dengan teknik opportunity sampling (sampel asal nemu) artinya jika peneliti ingin menentukan sampel kosumennya maka peneliti menempatkan diri berdiri didepan pintu masuk toko tersebut, dan siapa saja orang yang masuk atau berbelanja akan ditetapkan sebagai sampel penelitian

b). Quota sampling

Teknik ini dengan menetapkan penelitian dilakukan setiap hari selama satu minggu, dimana setiap hari ditetapkan jumlah sampel (missal 100 orang), jikalau peneliti hari itu telah memperoleh 100 orang maka selesai tugas pencarian sampel untuk hari itu, kemudian akan dilanjutkan pada hari berikutnya sampai semua jumlah sampel yang ditargetkan tercapai. Hal lain juga bisa digunakan, misalnya membatasi pada kelompok responden tertentu (missal responden wanita 50 orang perhari dan pria 50 orang perhari dan sebagainya.

c) Purposive sampling 
Pada teknik ini peneliti menentukan cirri-ciri konsumen yang akan dijadikan sampel, seperti cirri demografi konsumen, pria-wanita, jenis pekerjaan, umur dan lain sebagainya.

d) dll

My Shop

Lakukan kebaikan kecil hari ini dengan cara memberitahukan blog ini kepada teman/kawan anda, barangkali apa yang ada di sini bisa membantu kesulitan mereka dalam mengerjakan skripsi.

Salam sukses

sahabat skripsi

Ingat SKRIPSI ingat SAHABATSKRIPSI.BLOGSPOT.COM