kemandirian, sikap pengambilan resiko, orientasi masa depan dan kepemimpinan wirausaha (entrepreneur)

kemandirian, sikap pengambilan resiko, orientasi masa depan dan kepemimpinan wirausaha (entrepreneur)



Priyono dan Soerata (2004: 114) Kemandirian seorang wirausaha adalah “ketika seseorang berusaha di atas kemampuannya sendiri tanpa tergantung pada orang lain”, kemandirian juga merupakan bagian hidup serta cara memandang bagaimana hubungan ketergantungan kepada yang lain. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif dan kritis.

Bajaro dalam Suryana (2003: 21) “seorang wirausaha yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik”, seorang wirausaha hendaknya mengambil resiko realistik dan sudah diperhitungkan yakni menghindari resiko yang rendah dan terlalu tinggi karena mereka ingin berhasil. Ringkasnya, seorang wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Menurut Silalahi dalam Umar (1998: 5) resiko adalah, antara lain:

a.       Resiko adalah kesempatan timbulnya kerugian. 
b.      Resiko adalah probabilitas timbulnya kerugian. 
c.       Resiko adalah ketidak pastian. 
d.      Resiko adalah penyimpangan aktual dari yang diharapkan. 
e.       Resiko adalah probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan
Untuk menganalisis resiko, kiranya perlu diketahui kedudukan resiko di antara Hazard, Peril, dan Losses seperti yang digambarkan dibawah ini:
                        Hazard                        Peril                            Losses
a.       Hazard adalah suatu keadaan bahaya yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya Peril. 
b.      Peril adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan kerugian. Losses adalah kerugian yang diderita akibat dari kejadian yang tidak diharapkan tapi nyata terjadi. 

Seorang wirausaha haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan, oleh karena itu kontinuitasnya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh kedepan. Menurut Priyono dan Soerata (2004: 94) “seorang wirausahawan wajib memilki wawasan yang luas kedepan agar mampu memprediksi dan mengantisipasi berbagai kejadian atau peristiwa bisnis pada masa yang akan datang”, untuk menghadapi pandangan jauh kedepan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan

Seorang pemimpin yang baik harus bersifat responsive dan mau menerima kritikan dari bawahan. Menurut Meredith (2002 : 21) Kepemimpian adalah: “Suatu sikap yang terlihat dalam ancangan wirausaha terhadap pencapaian tugas-tugasnya. Seorang pemimpin mengerti tugas keseluruhan yang harus dicapai dan seringkali memutuskan cara-cara baru dan inovatif untuk mencapainya”.

Menurut Ordway dalam Alma (2008 : 167) sifat-sifat yang dimiliki pemimpin adalah, sebagai berikut: 
a.       Energi jasmaniah dan mental 
Seorang pemimpin memiliki daya tahan keuletan, kekuatan yang luar biasa seperti tidak akan pernah habis, demikian pula semangat, juga motivasi kerja, disiplin, kesabaran, daya tahan batin, kemauan yang luar biasa untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. 

b.       Kesadaran akan tujuan dan arah 
Pemimpin memiliki keyakinan yang teguh akan kebenaran dan kegunaan dalam mencapai tujuan yang terarah.  

c. Antusiasme
Pemimpin yakin bahwa tujuan yang hendak dicapai akan memberikan harapan sukses dan membangkitkan semangat optimis dalam bekerja. 

d.       Keramahan dan kecintaan 
Sifat ramah mempunyai kebaikan dalam mempengaruhi orang lain sehingga menimbulkan kasih sayang, simpati yang tulus, diikuti dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan perusahaan. 

e.      Integritas 
Seorang pemimpin mempunyai perasaan sejiwa dan senasib sepenanggungan dengan para karyawannya dalam menjalankan perusahaan. Integritas pribadi dan rumah tangga pemimpin merupakan tauladan yang dapat dicontoh oleh karyawannya.  

c.       Penguasaan teknis  
Pemimpin harus menguasai sesuatu pengetahuan atau keterampilan teknis agar mempunyai wibawa terhadap karyawan. 
f.      Ketegasan dalam mengambil keputusan 
Pemimpin harus memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan sehingga dia mampu meyakinkan bawahan dan mendukung kebijakan yang telah diambil dalam pelaksanaannya. 
g.       Kecerdasan Seorang pemimpin harus mampu melihat dan memahami sebab dan akibat dari suatu gejala, cepat menemukan jalan keluar dan mengatasi kesulitan dengan cara yang efektif. 
 
h.       Keterampilan mengajar 
Seorang pemimpin adalah seorang guru yang mampu mendidik, mengarahkan, memotivasi karyawannya untuk berbuat sesuatu yang menguntungkan perusahaannya. 
i.      Kepercayaan Seorang pemimpin merupakan seorang yang diperayai oleh bawahan, sehingga akan memunculkan sikap rela berjuang, melaksanakan semua perintah, disiplin dalam bekerja untuk menjalankan roda perusahaan. 

My Shop

Lakukan kebaikan kecil hari ini dengan cara memberitahukan blog ini kepada teman/kawan anda, barangkali apa yang ada di sini bisa membantu kesulitan mereka dalam mengerjakan skripsi.

Salam sukses

sahabat skripsi

Ingat SKRIPSI ingat SAHABATSKRIPSI.BLOGSPOT.COM